Pengalaman Seorang Backpacker ke Alor NTT

wisata ntt

Alor ialah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini pun adalah sebuah kabupaten mempunyai nama Kabupaten Alor, laksana nama pulaunya. Dikutip https://betwin188.online/ Bagi semua pecinta diving, Alor adalah salah satu spotkesayangan para diver mancanegara. Terdapat pulau-pulau lebih kecil di sana, laksana pulau kepa, pulau pantar, dll. Pulau-pulau itu merupakansejumlah tempat wisata di Pulau Alor yang tidak jarang dikunjungi. Nahdi dekat pulau-pulau tersebut lah tidak sedikit tersimpan keindahan bawah lautnya. Pulau Alor berbentuk laksana burung. Nah kali ini gueakan nyeritain empiris mengelilingi “kepala burung” tersebut..Bulan April 2013 gue berpeluang mengunjungi pulau ini guna ketiga kalinya. Penugasan dari kantor mewajibkan menginap disana sekitar sekitar satu minggu bareng seorang rekan kerja mempunyai nama Papat. Nah, kebetulan penugasan kali ini ketemu weekend, jadi hari minggu dapat nih jalan-jalan ke pulau kepa. Oiya guna sampai ke Alor mesti pake pesawat dari Kupang, pesawat yang dipakai ialah jenis baling-baling.  Hari minggu dateng, berbekal motor Honda Supra X 125 pinjemankesudahannya berangkatlah bertualang sendirian.. lho kok sendirian? Temennya gak disuruh nih bro? Dia kaga inginkan sob.. hehehe..Okay, tujuannya laksana sebelum-sebelumnya, pergi ke Alor Kecil terus nyebrang ke Pulau Kepa. Setelah separuh jam perjalanan dari hotel,kesudahannya sampai pun di Alor Kecil. Di Alor Kecil terdapat pelabuhan kecil bikin nyebrang ke Kepa, namun motor gue arahkan ke lokasi lain dimana disana terdapat tidak sedikit perahu nelayan. Akhirnya disana ketemu sama anak-anak kecil yang sebelumnya pernah menyeberangkan ke Kepa. Biar aman, motor diparkir di lokasi tinggal salah satu anak.Akhirnya nyebrang bersama 3 anak, di antara namanya Topan, ntah yg 2 lg lupa,. Nyebrang ke pulau Kepa kalo pake kapal mesin sih sangat gak nyampe 5 menit, nah ini nyebrang pake kapal nelayan manual alias perahu dayung. Setelah selama 15 menit sampailah di pulau. Oya di pulau ini terdapat resort milik 2 bule Prancis, La Petite Kepa nama resortnya. Di samping penginapan, mereka pun punya usaha dive operator. Mereka bermukim disinibersama 2 bidadari kecilnya yang lucu-lucu, namanya Lila dan Anouk.Pulau ini punya pantai yang menawan, breathtaking, DOPE!! Pantai pasir putih yang lembut dipadu dengan warna air laut yang keliatan jadi 3 layer.Selain tersebut pemandangan bawah lautnya pun oke, lumayan dengan snorkeling udah dapat liat ikan dan karang warna-warni. Sayang situasi waktu tersebut lagi pasang, so Cuma dapat liat karang-karang di pinggir yang udah agak rusak. Kalo yang bagus-bagus lebih ke tengah. Apalagi saattersebut gak bawa perlengkapan snorkeling.  Sekitar jam 3 kesudahannya nyebrang lagi ke pulau Alor bikin balik ke hotel. Niat mula sih inginkan balik ke jalur biasanya, namun penasaran gimana kalo muterin “kepala burung” pulau ini. Akhirnya diambilah rutebertentangan dengan rute embarkasi tadi, menyusuri pantai. Setelah berkilo-kilometer jauhnya, ternyata jalan gak dapat dilewati karena ada pohon gede tumbang (duh gak sempet foto, bukan hoax kok :p), inginkan puter balik namun sayang ini udah jauh bgt.. Akhirnya seorang bapak ngasi tau jalan alternatif, tanpa pikir panjang nubie ambil jalan itu. Ternyata jalan ini tidak lagi di pesisir pantai, namun udah naik-naik ke puncak gunung.5 menit 10 menit sampe sejam kok justeru jalannya kian kecil dan hanya tanah dan batu ya? Mulailah disini waswas, duh nyasar gak nih? Gue udah gak tenang, so gak sempet mengabadikan trek offroadnya .. kalo bawanya KLX mah mungkin dapat lebih seru nih, nah ini bawa SupraX, mana bannya bukan tubeless lagi, kalo bocor di tengah hutan gimana coba?  Akhirnya hingga di suatu kampung, nanya ke orang dan dikasi tau rute ke arah kota Kalabahi (ibukota kabupaten Alor).Beberapa saat lantas akhirnya ketemulah pantai, gue udah agak tenang nih.Ikutin jalan terus kesudahannya sampailah di bandara, di sini gue udah tenang, rute bandara ke kota udah hafal dan ditempuh sekitar lebih tidak cukup setengah jam. Fiuh, untung gak ilang di “kepala burung” pulau Alor.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *